Pendahuluan
Plankton merupakan komponen dasar rantai makanan akuatik. Kelimpahan (abundance) dan keanekaragaman (diversity) plankton mempengaruhi produktivitas ekosistem, kualitas air, serta fungsi ekologi lainnya. Perbedaan biotopseperti laut terbuka, perairan estuari, dan kolam tiruanmenyediakan kondisi fisik, kimia, dan biologis yang beragam. Analisis perbandingan antarbiotop dapat mengungkapkan pola adaptasi spesies plankton serta memberi indikasi kesehatan ekosistem.
Tujuan Penelitian
- Menilai kelimpahan total plankton (fitoplankton+zooplankton) pada tiga biotop berbeda.
- Menghitung indeks keanekaragaman (ShannonWiener, Simpson) untuk masingmasing biotop.
- Mengidentifikasi faktor lingkungan utama yang berhubungan dengan variasi komunitas plankton.
- Menyediakan rekomendasi konservasi berbasis data bagi pengelola perairan.
Metodologi
Lokasi Sampling
Sampling dilakukan di tiga lokasi utama:
- Biotop A Laut Terbuka: Kedalaman 2030m, jarak 10km dari pantai.
- Biotop B Estuari: Kedalaman 510m, area intertidal dengan aliran sungai yang kuat.
- Biotop C Kolam Tiruan: Kedalaman 2m, dikelola untuk budidaya ikan.
Pengambilan Sampel
Sampel plankton diambil pada bulan MeiJuni 2024, menggunakan jaring plankton (mesh 20m) untuk fitoplankton dan jaring 200m untuk zooplankton. Setiap lokasi diperlakukan secara acak tiga kali (replicate) pada pagi, tengah hari, dan sore.
Analisis Laboratorium
- Penghitungan individu pada kaca hitam (Utermhl) untuk fitoplankton.
- Pemisahan dan identifikasi zooplankton menggunakan mikroskop stereografi, diikuti oleh penentuan taksonomi sampai tingkat genus.
- Pengukuran parameter fisikkimia: suhu (C), salinitas (), pH, oksigen terlarut (mgL), dan konsentrasi nutrisi (NO, PO).
Perhitungan Indeks
Indeks keanekaragaman dihitung dengan rumus:
H = - (plnp) (ShannonWiener) dan D = 1 - p (Simpson), di mana p adalah proporsi relatif tiap takson.
Hasil
Kelimpahan Total
| Biotop | Fitoplankton (org/L) | Zooplankton (org/L) | Total (org/L) |
|---|---|---|---|
| Laut Terbuka | 1200 | 350 | 1550 |
| Estuari | 2300 | 820 | 3120 |
| Kolam Tiruan | 4500 | 1400 | 5900 |
Indeks Keanekaragaman
| Biotop | ShannonWiener (H) | Simpson (D) |
|---|---|---|
| Laut Terbuka | 2.43 | 0.71 |
| Estuari | 3.01 | 0.84 |
| Kolam Tiruan | 2.78 | 0.77 |
Hubungan dengan Faktor Lingkungan
Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa:
- Salinitas berpengaruh signifikan terhadap kelimpahan fitoplankton (p<0.01).
- Konsentrasi nitrat (NO) berhubungan positif dengan diversitas zooplankton (p<0.05).
- Suhu tidak menunjukkan korelasi kuat pada ketiga biotop (p>0.1).
Diskusi
Kelimpahan tertinggi tercatat pada kolam tiruan, kemungkinan besar dipengaruhi oleh pemberian pupuk dan pemeliharaan intensif yang meningkatkan nutrisi tersedia. Namun, keanekaragaman pada kolam tiruan tidak setinggi pada estuari, menunjukkan bahwa peningkatan nutrisi dapat menyebabkan dominasi spesies opportunistik sehingga mengurangi struktur komunitas.
Estuari menampilkan kombinasi nilai kelimpahan dan keanekaragaman yang seimbang. Fluktuasi salinitas dan aliran air membawa materi organik dan nutrisi dari sungai, menciptakan habitat dinamis yang mendukung banyak takson, termasuk spesies toleran terhadap perubahan kimia.
Laut terbuka, meskipun memiliki nilai keanekaragaman yang cukup tinggi, menunjukkan kelimpahan yang lebih rendah. Kondisi lingkungan yang lebih stabil (salinitas konstan, kurangnya input nutrisi) mengfavoritkan spesies yang beradaptasi dengan kondisi oligotrofik.
Hubungan positif antara nitrat dan diversitas zooplankton menegaskan pentingnya nutrisi dalam mendukung rantai makanan lebih tinggi. Zooplankton bergantung pada fitoplankton sebagai sumber makanan utama; peningkatan nitrat memicu pertumbuhan fitoplankton, yang pada gilirannya meningkatkan sumber makanan bagi zooplankton.
Temuan ini konsisten dengan literatur sebelumnya yang menyatakan bahwa eutrophication dapat meningkatkan produktivitas primer tetapi berisiko menurunkan keanekaragaman jika tidak diimbangi dengan faktor pengatur lain seperti predasi atau sirkulasi air.
Kesimpulan
- Kelimpahan plankton tertinggi terdapat pada biotop yang dipengaruhi kuat oleh input nutrisi (kolam tiruan), sedangkan keanekaragaman paling tinggi terdapat pada estuari yang memiliki variasi lingkungan yang lebih besar.
- Salinitas menjadi faktor utama yang mengontrol kelimpahan fitoplankton, sementara konsentrasi nitrat berperan penting dalam meningkatkan keanekaragaman zooplankton.
- Pengelolaan perairan harus memperhatikan keseimbangan antara pemberian nutrisi dan pemeliharaan kondisi fisikkimia yang mendukung keberagaman spesies, terutama pada ekosistem yang rentan terhadap eutrofikasi.
Rekomendasi meliputi monitoring rutin parameter kimia, penerapan zona buffer di sekitar sungai masuk, serta pengurangan input nutrisi berlebih pada kolam budidaya.
Referensi
- Smith, J.&Weller, R. (2022). *Plankton Ecology in Coastal Waters*. Marine Science Press.
- Hernandez, L.etal. (2021). Nutrient effects on phytoplankton diversity in estuarine systems. Journal of Aquatic Biology, 48(3), 215230.
- Indonesian Ministry of Marine Affairs and Fisheries (2023). *Pedoman Pengelolaan Perairan Estuari*. Jakarta: Kementerian Kelautan.
