Air merupakan komponen penting dalam kehidupan manusia dan dibutuhkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, terutama untuk konsumsi. Kualitas air yang dikonsumsi sangat menentukan kesehatan manusia. Air minum isi ulang kini banyak diminati masyarakat karena harganya yang terjangkau dan dianggap lebih praktis bagi masyarakat yang tidak memiliki akses air minum dalam kemasan. Namun, kualitas air minum isi ulang perlu diawasi untuk memastikan keamanannya dari kontaminasi bakteri, terutama bakteri coliform.
Bakteri coliform adalah indikator penting dalam menilai kualitas air minum karena keberadaannya menunjukkan kemungkinan kontaminasi tinja dan patogen lainnya yang dapat menyebabkan penyakit. Kadar bakteri coliform dalam air minum diatur dalam peraturan pemerintah untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Jalan Anwar Idris di Tanjungbalai memiliki beberapa depot air minum isi ulang yang melayani kebutuhan air minum masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas air minum isi ulang di lokasi tersebut dengan fokus pada parameter bakteri coliform menggunakan metode Most Probable Number (MPN).
Kualitas Air Minum
Air minum yang aman dan sehat harus memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017, air minum harus bebas dari bakteri coliform dan Escherichia coli. Kualitas air minum juga ditentukan oleh parameter fisik, kimiawi, dan mikrobiologis yang dapat mempengaruhi kesehatan konsumen.
Bakteri Coliform
Bakteri coliform adalah kelompok bakteri berbentuk batang, gram-negatif, non-spora, yang dapat memfermentasi laktosa menghasilkan gas asam dalam 48 jam pada suhu 35C. Bakteri ini umumnya hidup di usus manusia dan hewan berdarah panas. Keberadaan bakteri coliform dalam air minum mengindikasikan kontaminasi tinja yang mengandung patogen berbahaya.
Metode Most Probable Number (MPN)
Metode Most Probable Number (MPN) adalah teknik statistik untuk memperkirakan jumlah bakteri dalam sampel air berdasarkan pola pertumbuhan dalam media cair. Metode ini sangat sensitif untuk mendeteksi bakteri coliform dalam jumlah kecil dan sering digunakan untuk analisa kualitas air minum dan air limbah.
Regulasi Kesehatan Air Minum Isi Ulang
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, kadar coliform dalam air minum yang diperbolehkan adalah 0/100 ml. Artinya, air minum yang aman tidak boleh mengandung bakteri coliform sama sekali dalam 100 mL sampel air. Depot air minum isi ulang wajib melakukan pengujian kualitas air secara berkala untuk memastikan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di beberapa depot air minum isi ulang yang berada di Jalan Anwar Idris, Tanjungbalai. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Maret 2023 dengan pengulangan sebanyak 3 kali pada setiap depot untuk mendapatkan data yang valid.
Metode Pengambilan Sampel
Sampel air minum diambil langsung dari keran dispen milik depot air minum isi ulang menggunakan botol steril yang telah disterilkan sebelumnya. Sampel diambil dengan hati-hati untuk menghindari kontaminasi dari luar. Sampel kemudian diberi label sesuai lokasi dan tanggal pengambilan, serta segera dibawa ke laboratorium untuk dianalisa.
Metode Analisa
Metode yang digunakan untuk menganalisa bakteri coliform adalah metode Most Probable Number (MPN) dengan menggunakan media Lactose Broth (LB) dan lajur tabung MPN. Langkah-langkah analisa meliputi:
Parameter Pengujian
Pengujian dilakukan pada parameter utama yaitu bakteri coliform total. Jika ditemukan positif coliform, pengujian lanjutan dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan Escherichia coli sebagai indikator kontaminasi fekal yang lebih spesifik.
Penelitian ini melibatkan pengambilan sampel dari 6 depot air minum isi ulang yang berada di Jalan Anwar Idris, Tanjungbalai. Setiap depot diambil 3 sampel untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Hasil analisa bakteri coliform menggunakan metode MPN disajikan pada tabel berikut:
| No | Depot Air Minum | MPN/100ml | Status |
|---|---|---|---|
| 1 | Depot A | <3 | Memenuhi Syarat |
| 2 | Depot B | 15 | Tidak Memenuhi Syarat |
| 3 | Depot C | <3 | Memenuhi Syarat |
| 4 | Depot D | <3 | Memenuhi Syarat |
| 5 | Depot E | 7 | Tidak Memenuhi Syarat |
| 6 | Depot F | 110 | Tidak Memenuhi Syarat |
Berdasarkan hasil analisa, ditemukan bahwa dari 6 depot air minum isi ulang yang diteliti, 3 depot (50%) memenuhi standar kualitas bakteri coliform dengan nilai MPN <3/100 ml, sedangkan 3 depot lainnya (50%) tidak memenuhi standar karena mengandung bakteri coliform di atas batas yang diperbolehkan.
Analisis Depot B
Depot B menunjukkan kandungan bakteri coliform sebesar 15 MPN/100 ml, yang melebihi standar kualitas air minum (0 MPN/100 ml). Kontaminasi ini kemungkinan disebabkan oleh kurangnya pemeliharaan rutin pada sistem filtrasi dan desinfeksi air depot tersebut. Faktor lain yang mungkin berkontribusi adalah sterilisasi yang tidak benar pada tangki penyimpanan air dan keran distribusi.
Analisis Depot E
Depot E memiliki kadar coliform 7 MPN/100 ml. Depot ini menggunakan sistem filtrasi yang relatif baru, namun hasil masih menunjukkan kontaminasi bakteri. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh teknik sterilisasi alat distribusi yang kurang tepat dan penanganan saat pengisian botol konsumen yang kurang higienis.
Analisis Depot F
Depot F menunjukkan kontaminasi coliform tertinggi di antara semua depot yang diteliti, yaitu 110 MPN/100 ml. Hasil ini mengindikasikan adanya masalah serius pada sistem pengolahan air atau kebersihan depot. Kemungkinan penyebab antara lain sistem desinfeksi yang tidak berfungsi optimal, kurangnya sanitasi pada lingkungan depot, atau kontaminasi dari sumber air baku yang digunakan.
Analisis Depot A, C, dan D
Depot A, C, dan D menunjukkan hasil yang memenuhi standar kualitas dengan nilai MPN <3/100 ml. Ketiga depot ini menerapkan sistem pengolahan yang baik, termasuk pemfilteran berlapis, desinfeksi UV atau ozonisasi yang rutin, serta menjaga kebersihan peralatan dan lingkungan depot secara teratur. Perawatan berkala pada sistem filtrasi dan penggantian media filter secara terjadwal juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas air.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada depot air minum isi ulang di Jalan Anwar Idris, Tanjungbalai, dapat disimpulkan bahwa:
Saran:
