Admin 06 Jun 2026 07:22

 

Analisa Bakteri Coliform Metode Most Probable Number (MPN) pada Air Minum Isi Ulang di Jalan Anwar Idris, Tanjungbalai

Pendahuluan

Air merupakan komponen penting dalam kehidupan manusia dan dibutuhkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, terutama untuk konsumsi. Kualitas air yang dikonsumsi sangat menentukan kesehatan manusia. Air minum isi ulang kini banyak diminati masyarakat karena harganya yang terjangkau dan dianggap lebih praktis bagi masyarakat yang tidak memiliki akses air minum dalam kemasan. Namun, kualitas air minum isi ulang perlu diawasi untuk memastikan keamanannya dari kontaminasi bakteri, terutama bakteri coliform.

Bakteri coliform adalah indikator penting dalam menilai kualitas air minum karena keberadaannya menunjukkan kemungkinan kontaminasi tinja dan patogen lainnya yang dapat menyebabkan penyakit. Kadar bakteri coliform dalam air minum diatur dalam peraturan pemerintah untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Jalan Anwar Idris di Tanjungbalai memiliki beberapa depot air minum isi ulang yang melayani kebutuhan air minum masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas air minum isi ulang di lokasi tersebut dengan fokus pada parameter bakteri coliform menggunakan metode Most Probable Number (MPN).

Tinjauan Pustaka

Kualitas Air Minum
Air minum yang aman dan sehat harus memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017, air minum harus bebas dari bakteri coliform dan Escherichia coli. Kualitas air minum juga ditentukan oleh parameter fisik, kimiawi, dan mikrobiologis yang dapat mempengaruhi kesehatan konsumen.

Bakteri Coliform
Bakteri coliform adalah kelompok bakteri berbentuk batang, gram-negatif, non-spora, yang dapat memfermentasi laktosa menghasilkan gas asam dalam 48 jam pada suhu 35C. Bakteri ini umumnya hidup di usus manusia dan hewan berdarah panas. Keberadaan bakteri coliform dalam air minum mengindikasikan kontaminasi tinja yang mengandung patogen berbahaya.

Metode Most Probable Number (MPN)
Metode Most Probable Number (MPN) adalah teknik statistik untuk memperkirakan jumlah bakteri dalam sampel air berdasarkan pola pertumbuhan dalam media cair. Metode ini sangat sensitif untuk mendeteksi bakteri coliform dalam jumlah kecil dan sering digunakan untuk analisa kualitas air minum dan air limbah.

Proses Analisa Bakteri Coliform Metode MPN
Proses Analisa Bakteri Coliform dengan Metode MPN

Regulasi Kesehatan Air Minum Isi Ulang
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, kadar coliform dalam air minum yang diperbolehkan adalah 0/100 ml. Artinya, air minum yang aman tidak boleh mengandung bakteri coliform sama sekali dalam 100 mL sampel air. Depot air minum isi ulang wajib melakukan pengujian kualitas air secara berkala untuk memastikan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Metode Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di beberapa depot air minum isi ulang yang berada di Jalan Anwar Idris, Tanjungbalai. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Maret 2023 dengan pengulangan sebanyak 3 kali pada setiap depot untuk mendapatkan data yang valid.

Metode Pengambilan Sampel
Sampel air minum diambil langsung dari keran dispen milik depot air minum isi ulang menggunakan botol steril yang telah disterilkan sebelumnya. Sampel diambil dengan hati-hati untuk menghindari kontaminasi dari luar. Sampel kemudian diberi label sesuai lokasi dan tanggal pengambilan, serta segera dibawa ke laboratorium untuk dianalisa.

Metode Analisa
Metode yang digunakan untuk menganalisa bakteri coliform adalah metode Most Probable Number (MPN) dengan menggunakan media Lactose Broth (LB) dan lajur tabung MPN. Langkah-langkah analisa meliputi:

  1. Persiapan media Lactose Broth dengan konsentrasi sesuai standar
  2. Pengisian lajur tabung MPN triple series dengan media Lactose Broth
  3. Inokulasi sampel air ke dalam tabung MPN masing-masing 10 ml, 1 ml, dan 0.1 ml
  4. Inkubasi tabung pada suhu 35C 0.5C selama 24-48 jam
  5. Pengamatan terhadap pembentukan gas dan kekeruhan dalam tabung
  6. Penentuan estimasi jumlah bakteri coliform berdasarkan tabel MPN

Parameter Pengujian
Pengujian dilakukan pada parameter utama yaitu bakteri coliform total. Jika ditemukan positif coliform, pengujian lanjutan dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan Escherichia coli sebagai indikator kontaminasi fekal yang lebih spesifik.

Hasil dan Pembahasan

Penelitian ini melibatkan pengambilan sampel dari 6 depot air minum isi ulang yang berada di Jalan Anwar Idris, Tanjungbalai. Setiap depot diambil 3 sampel untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Hasil analisa bakteri coliform menggunakan metode MPN disajikan pada tabel berikut:

No Depot Air Minum MPN/100ml Status
1 Depot A <3 Memenuhi Syarat
2 Depot B 15 Tidak Memenuhi Syarat
3 Depot C <3 Memenuhi Syarat
4 Depot D <3 Memenuhi Syarat
5 Depot E 7 Tidak Memenuhi Syarat
6 Depot F 110 Tidak Memenuhi Syarat

Berdasarkan hasil analisa, ditemukan bahwa dari 6 depot air minum isi ulang yang diteliti, 3 depot (50%) memenuhi standar kualitas bakteri coliform dengan nilai MPN <3/100 ml, sedangkan 3 depot lainnya (50%) tidak memenuhi standar karena mengandung bakteri coliform di atas batas yang diperbolehkan.

Analisis Depot B
Depot B menunjukkan kandungan bakteri coliform sebesar 15 MPN/100 ml, yang melebihi standar kualitas air minum (0 MPN/100 ml). Kontaminasi ini kemungkinan disebabkan oleh kurangnya pemeliharaan rutin pada sistem filtrasi dan desinfeksi air depot tersebut. Faktor lain yang mungkin berkontribusi adalah sterilisasi yang tidak benar pada tangki penyimpanan air dan keran distribusi.

Analisis Depot E
Depot E memiliki kadar coliform 7 MPN/100 ml. Depot ini menggunakan sistem filtrasi yang relatif baru, namun hasil masih menunjukkan kontaminasi bakteri. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh teknik sterilisasi alat distribusi yang kurang tepat dan penanganan saat pengisian botol konsumen yang kurang higienis.

Analisis Depot F
Depot F menunjukkan kontaminasi coliform tertinggi di antara semua depot yang diteliti, yaitu 110 MPN/100 ml. Hasil ini mengindikasikan adanya masalah serius pada sistem pengolahan air atau kebersihan depot. Kemungkinan penyebab antara lain sistem desinfeksi yang tidak berfungsi optimal, kurangnya sanitasi pada lingkungan depot, atau kontaminasi dari sumber air baku yang digunakan.

Analisis Depot A, C, dan D
Depot A, C, dan D menunjukkan hasil yang memenuhi standar kualitas dengan nilai MPN <3/100 ml. Ketiga depot ini menerapkan sistem pengolahan yang baik, termasuk pemfilteran berlapis, desinfeksi UV atau ozonisasi yang rutin, serta menjaga kebersihan peralatan dan lingkungan depot secara teratur. Perawatan berkala pada sistem filtrasi dan penggantian media filter secara terjadwal juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas air.

Perbandingan Kualitas Air Depot di Jalan Anwar Idris
Perbandingan Kualitas Air Depot di Jalan Anwar Idris

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang

  • Pengolahan Air Baku: Kualitas air baku yang digunakan sangat mempengaruhi kualitas akhir air minum. Air baku yang sudah tercemar memerlukan pengolahan yang lebih intensif.
  • Sistem Filtrasi: Penggunaan media filter yang sesuai dan penggantian yang berkala penting untuk menghilangkan kontaminan fisik dan kimia yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri.
  • Desinfeksi: Sistem desinfeksi yang baik (UV, ozon, atau klorinasi) sangat penting untuk mematikan bakteri patogen yang mungkin tersisa setelah proses filtrasi.
  • Kebersihan Peralatan: Tangki, pipa, dan keran distribusi harus dibersihkan dan disterilkan secara berkala untuk mencegah biofilm bakteri tumbuh pada permukaan tersebut.
  • Kualitas Peralatan Konsumen: Botol atau tempat air konsumen yang tidak bersih dapat menjadi sumber kontaminasi bakteri ulang.

Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada depot air minum isi ulang di Jalan Anwar Idris, Tanjungbalai, dapat disimpulkan bahwa:

  • Setengah dari depot air minum isi ulang yang diteliti (50%) tidak memenuhi standar kualitas bakteriologis dengan kandungan bakteri coliform di atas batas yang diperbolehkan.
  • Kualitas air minum isi ulang sangat dipengaruhi oleh proses pengolahan, sistem desinfeksi, dan kebersihan peralatan serta lingkungan depot.
  • Metode MPN efektif dalam mendeteksi dan mengestimasi jumlah bakteri coliform dalam sampel air minum isi ulang.

Saran:

  1. Depot air minum isi ulang yang tidak memenuhi standar segera memperbaiki sistem pengolahan dan desinfeksi air mereka.
  2. Dinas Kesehatan setempat meningkatkan pengawasan rutin terhadap depot air minum isi ulang untuk memastikan memenuhi standar kualitas.
  3. Pengelola depot air minum isi ulang secara teratur melakukan pemeliharaan dan penggantian media filter serta sistem desinfeksi.
  4. Pemerintah Kota Tanjungbalai memberikan pelatihan berkala kepada pengelola depot air minum isi ulang mengenai standar sanitasi dan kualitas air minum.
  5. Konsumen diharapkan lebih selektif dalam memilih depot air minum isi ulang dan memeriksa hasil uji kualitas air secara berkala.

File Referensi Untuk ANALISA BAKTERI COLIFORM METODE MOST PROBABLE NUMBER (MPN) PADA AIR MINUM ISI ULANG DI JALAN ANWAR IDRIS TANJUNGBALAI
Screenshoot
Nama File
ulfa_rahayu_siregar.pdf

Ukuran File
1.87 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk ANALISA BAKTERI COLIFORM METODE MOST PROBABLE NUMBER (MPN) PADA AIR MINUM ISI ULANG DI JALAN ANWAR IDRIS TANJUNGBALAI. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

ANALISA BAKTERI COLIFORM METODE MOST PROBABLE NUMBER (MPN) PADA AIR MINUM ISI ULANG DI JAL...


admin
Admin
2026-06-06 07:22:14

Kontaminasi Bakteri E. Coli Pada Air Minum Isi Ulang dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-06 16:08:32

Mikroorganisme Air Minum Isi Ulang Dispenser. dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-08 04:52:15

Analisis Kualitas Produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Menggunakan Metode Six Sigma Dan K...


admin
Admin
2026-06-07 22:56:15

Analisis Penerapan Jalan Hijau Pada Proyek Infrastruktur Jalan Berkelanjutan dan Link Down...


admin
Admin
2026-06-06 19:10:22